Analisis Perendaman Aspal AC-WC di Air Tawar dan Air Laut Terhadap Karakteristik Marshall dengan Memanfaatkan Material Lokal Rintik Kabupaten Paser

Immersion Asphalt AC-WC Analysis In Fresh Water and Sea Water on Marshall Characteristics by Utilizing Local Materials of Rintik Kabupaten Paser

Authors

  • Rahmat rahmat
  • Suheriah Mulia Devi Universitas Balikpapan
  • Wahyu Raesandi Universitas Balikpapan

Keywords:

Air laut, Air tawar, perendaman, karakteristik marshall, Seawater, fresh water, Marshall characterictics

Abstract

Perkerasan jalan yang berada di daerah pesisir pantai Indonesia sangat berpotensi terjadi genangan yang menyebabkan kinerja jalan jadi menurun. Maksud dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh terhadap karakteristik aspal AC-WC yang memakai agregat halus dan agregat kasar dari desa Rintik dengan marshall test yang menggunakan perendaman air laut selama 30 menit di waterbutch, kemudian dibuat perbandingan perendaman air tawar selama 30 menit waterbutch dan juga tanpa perendaman dengan menggunakan aspal penetrasi 60/70. Karakteristik yang diukur dengan menggunakan alat marshall adalah stabilitas, flow, VIM, VMA dan VFB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman  dengan air laut terhadap campuran aspal AC-WC mengakibatkan nilai struktural pasca perendaman menurun, penurunan yang terlihat adalah di perendaman air laut pada flow sebesar 2,24 mm tetapi tetap masuk dalam spesifikasi AC-WC. Sedangkan pada perendaman air tawar terlihat penurunan di tanpa perendaman pada nilai flow sebesar 2,02 mm seperti di perendaman air laut. Disimpukan bahwa terdapat pengaruh pada campuran aspal AC-WC yang diakibatkan perendaman air laut dan air tawar akan berpengaruh pada kinerja perkerasan yang mengakibatkan penurunan durabilitas atau keawetan perkerasan jalan. Penurunan terbesar terjadi pada perendaman air laut dibandingkan air tawar.

 

Road pavements located in coastal areas of Indonesia have the potential for inundation which causes road performance to decline. The purpose of this study was to find out how much influence it has on the characteristics of AC-WC asphalt using fine aggregate and coarse aggregate from Rintik Kabupaten Paser with a marshall test that uses seawater immersion for 30 minutes in a waterbutch, then a comparison of fresh water immersion for 30 minutes is made with waterbutch and also without immersion using 60/70 penetration asphalt. Characteristics that were measured using the Marshall tool were stability, flow, VIM, VMA and VFB. The results showed that the immersion with seawater on the AC-WC asphalt mixture resulted in a decrease in the post-immersion structural value, the visible decrease was in seawater immersion at a flow of 2.24 mm but still included in the AC-WC specification. Meanwhile, in fresh water immersion, a decrease was seen without immersion at a flow value of 2.02 mm as in seawater immersion. It is concluded that there is an effect on the AC-WC asphalt mixture caused by immersion in seawater and fresh water will affect the performance of the pavement resulting in a decrease in the durability or durability of the pavement. The greatest decrease occurred in seawater immersion compared to fresh water

References

Anang Yahya, Irna Hendriyani, dan Hasanuddin Damanik. 2016. Kinerja Campuran AC-WC Menggunakan Agregat Lokal Sotek Penajam Paser Utara. Jurnal Transukma Prodi Teknik Sipil Universitas Balikpapan Vol. 1 No. 2 tahun 206. Link https://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/33

Hendra Suryadharma, dkk. 1999. Konstruksi perkerasan lentur (Flexsible Pavement).

Literatur kutipan, Nono. 2007. Lapis Permukaan

Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018

Downloads

Published

2021-06-21

Issue

Section

Articles