Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA (Tanah Transportasi Struktur Manajemen Kontruksi) http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma <p><span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;">Jurnal Ilmiah Teknik Sipil memuat tentang perkembangan dunia kontruksi dan rancang desain bangunan, sebagai wadah untuk menuangkan gagasan dan ide dalam pengembangan keilmuan ataupun permasalahan yang ada didalam masyarakat untuk dicarikan solusi sesuai dengan keadan yang ada, jurnal ini terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Juni dan Desember.</span></span></p> en-US rahmat.uniba@uniba-bpn.ac.id (Rahmat Rusli) irna.hendriyani@uniba-bpn.ac.id (Irna Hendriyani) Mon, 21 Jun 2021 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Analisis Perendaman Aspal AC-WC di Air Tawar dan Air Laut Terhadap Karakteristik Marshall dengan Memanfaatkan Material Lokal Rintik Kabupaten Paser http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/77 <p>Perkerasan jalan yang berada di daerah pesisir pantai Indonesia sangat berpotensi terjadi genangan yang menyebabkan kinerja jalan jadi menurun. Maksud dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh terhadap karakteristik aspal AC-WC yang memakai agregat halus dan agregat kasar dari desa Rintik dengan marshall test yang menggunakan perendaman air laut selama 30 menit di waterbutch, kemudian dibuat perbandingan perendaman air tawar selama 30 menit waterbutch dan juga tanpa perendaman dengan menggunakan aspal penetrasi 60/70. Karakteristik yang diukur dengan menggunakan alat marshall adalah stabilitas, <em>flow</em>, VIM, VMA dan VFB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman&nbsp; dengan air laut terhadap campuran aspal AC-WC mengakibatkan nilai struktural pasca perendaman menurun, penurunan yang terlihat adalah di perendaman air laut pada flow sebesar 2,24 mm tetapi tetap masuk dalam spesifikasi AC-WC. Sedangkan pada perendaman air tawar terlihat penurunan di tanpa perendaman pada nilai <em>flow</em> sebesar 2,02 mm seperti di perendaman air laut. Disimpukan bahwa terdapat pengaruh pada campuran aspal AC-WC yang diakibatkan perendaman air laut dan air tawar akan berpengaruh pada kinerja perkerasan yang mengakibatkan penurunan durabilitas atau keawetan perkerasan jalan. Penurunan terbesar terjadi pada perendaman air laut dibandingkan air tawar.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Road pavements located in coastal areas of Indonesia have the potential for inundation which causes road performance to decline. The purpose of this study was to find out how much influence it has on the characteristics of AC-WC asphalt using fine aggregate and coarse aggregate from Rintik Kabupaten Paser with a marshall test that uses seawater immersion for </em>30<em> minutes in a waterbutch, then a comparison of fresh water immersion for </em>30<em> minutes is made with waterbutch and also without immersion using </em>60/70<em> penetration asphalt. Characteristics that were measured using the Marshall tool were stability, flow, VIM, VMA and VFB. The results showed that the immersion with seawater on the AC-WC asphalt mixture resulted in a decrease in the post-immersion structural value, the visible decrease was in seawater immersion at a flow of </em>2.24<em> mm but still included in the AC-WC specification. Meanwhile, in fresh water immersion, a decrease was seen without immersion at a flow value of </em>2.02<em> mm as in seawater immersion. It is concluded that there is an effect on the AC-WC asphalt mixture caused by immersion in seawater and fresh water will affect the performance of the pavement resulting in a decrease in the durability or durability of the pavement. The greatest decrease occurred in seawater immersion compared to fresh water</em></p> Rahmat rahmat, Suheriah Mulia Devi, Wahyu Raesandi Copyright (c) 2021 http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/77 Mon, 21 Jun 2021 00:00:00 +0000 Evaluasi Sistim Jaringan Distribusi PDAM di Jalan Pembangunan Kota Balikpapan http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/78 <p>Sistem jaringan distribusi umumnya merupakan suatu jaringan pemipaan yang tersusun atas sistem pipa, pompa, reservoir dan perlengkapan lainnya dengan sistem pengolahan dan sistem jaringan yang ada, PDAM Balikpapan diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang ada di Jalan Pembangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah debit yang ada pada reservoir di Jalan Pembangunan ini mencukupi untuk melayani masyarakat di Jalan Pembangunan. Tahapan dari penyelesaian analisis ini yaitu terlebih dahulu mengumpulkan data primer maupun sekunder dari PDAM Balikpapan. Tahapan berikutnya adalah menghitung debit dan kebutuhan air bersih. Dari hasil perhitungan diperoleh kebutuhan air bersih sebanyak 595.000 liter/hari dengan jumlah pelanggan sebanyak 3.500 jiwa. Adapun besarnya kapasitas beban puncak (kebutuhan air pada jam maksimum) sebesar 0,004002 m<sup>3</sup>/detik. Sedangkan kapasitas reservoir yang ada sebesar 275 m3. Sedangkan yang dibutuhkan dalam sehari sebesar 345,7728 m<sup>3</sup>.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>The distribution network system is generally a piping network consisting of a system of pipes, pumps, reservoirs and other equipment. With the existing treatment system and network system, PDAM Balikpapan is expected to be able to meet the clean water needs of the community on Jalan Pembangunan. The purpose of this study was to determine whether the existing discharge in the reservoir on Jalan Pembangunan is sufficient to serve the community on Jalan Pembangunan. The stages of completing this analysis are first to collect primary and secondary data from PDAM Balikpapan. The next stage is to calculate the discharge and the need for clean water. From the calculation results, the need for clean water is </em>595,000<em> liters/day with a total of </em>3,500<em> customers. The peak load capacity (water demand at maximum hour) is </em>0.004002<em> m</em><sup>3</sup><em>/second. Meanwhile, the existing reservoir capacity is </em>275<em> m</em><sup>3</sup><em>. While what is needed in a day is</em> 345.7728 <em>m</em><sup>3</sup></p> Martheana Kencanawati, Maslina, Wildan Noviatna Copyright (c) 2021 http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/78 Mon, 21 Jun 2021 00:00:00 +0000 Pengendalian Kualitas Pada Corrugated Concrete Sheet Pile Dengan Metode Six Sigma http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/76 <p>Persaingan di dunia usaha yang semakin ketat mendorong perusahaan untuk lebih mengembangkan pemikiran-pemikiran untuk memperoleh cara efektif dan efisien dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Proyek <em>Epci Sheetpile</em> merupakan salah satu yang melakukan proses pengiriman produk CCSP berusaha untuk terus meningkatkan kualitas dengan menekan angka produk cacat. <em>Six Sigma</em> adalah suatu visi peningkatan kualitas menuju target <em>zero defect</em>. jadi <em>six sigma</em> merupakan suatu metode atau teknik pengendalian dan peningkatan kualitas <em>dramatic</em> yang merupakan terobosan baru dalam bidang manajemen kualitas. Dengan menggunakan metode <em>six sigma</em> dapat mengetahui kualitas produk yang dihasilkan. pada penelitian ini nilai sigma yang didapat 2,83. implementasi peningkatan kualitas dari hasil grafik pareto didapatkan beberapa jenis produk cacat diantaranya cacat sompel sebanyak 90,8%, sompel dan Retak (<em>Crack</em>) sebanyak 8,2%, Retak (<em>crack</em>) sebanyak 0,63% dan produk yang ditolak (<em>reject</em>) sebanyak 0,35%. Faktor-Faktor penyebab kerusakan paling potensial adalah faktor manusia, faktor metode pelaksanaan dan faktor Lingkungan. Berdasarkan hasil wawancara dengan PT. PIP, hal yang dapat dilakukan untuk menekan tingkat kerusakan pada produk CCSP dengan memperbaiki bentuk packing produk tersebut.</p> <p> </p> <p><em>Competition in the world of business is increasingly strict to encourage companies to further develop the thought to acquire how effective and efficient in achieving the goals and objectives that have been set. Project EPCI Sheetpile is one of the process delivery of product the CCSP to continuously improve the quality and reduce the number of defective products. Six Sigma is a vision of quality improvement towards the target of zero defect. so six sigma is a method or technique of controlling and improving the quality of the dramatic which is a new breakthrough in the field of quality management. By using the sigma method can determine the quality of the products produced. In this study the value of sigma obtained 2.83. the implementation of quality improvement from the results of the pareto chart obtained several types of product defects include: sompel 90.8%, sompel and crack 8.2%, Crack 9.63%, and rejected 0.35%. the factors that cause the most damage potential is the human factor, method of implementation factor and environmental factors. Based on the results of interviews with PT. PIP things that can be done to reduce the level of damage to the products CCSP with the correct from of packing the product.</em></p> Reno Pratiwi, Mustakim, Leni Sucilianti Copyright (c) 2021 http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/76 Mon, 21 Jun 2021 00:00:00 +0000 Optimasi Waktu dan Biaya Proyek Menggunakan Metode Time Cost Trade Off (TCTO) http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/80 <p>Tujuan penelitian ini menghitung perubahan biaya dan waktu pelaksanaan proyek dengan variasi penambahan jam kerja (lembur) dan penambahan alat berat, serta membandingkan dengan perubahan biaya sesudah penambahan jam kerja (lembur) dan penambahan alat berat. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder yang diperoleh dari kontraktor pelaksana. Analisis menggunakan metode <em>time cost trade off</em>. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa waktu dan biaya total proyek kondisi normal 180 hari dengan biaya Rp.9.623.581.000. Setelah penambahan 1 jam kerja lembur <em>crashing</em> 164,36 hari dengan biaya Rp.9.642.449.620, penambahan 2 jam kerja lembur <em>crashing</em> 154,46 hari dengan biaya Rp.9.732.056.859, dan penambahan 3 jam kerja lembur <em>crashing</em> 148,32 hari dengan biaya Rp.9.855.824.505. Waktu dan biaya total proyek setelah penambahan alat akibat waktu lembur 1 jam <em>crashing</em> 164,36 hari dengan biaya Rp.9.591.488.049,&nbsp; penambahan alat akibat waktu lembur 2 jam <em>crashing</em> 154,46 hari dengan biaya Rp.9.568.245.162, dan penambahan alat akibat waktu lembur 3 jam crashing 148,32 hari dengan biaya Rp.9.557.430.488. Berdasarkan hasil penambahan jam lembur dengan penambahan alat dari kondisi normal yang paling efektif adalah penambahan alat akibat durasi dari lembur 3 jam dengan selisih waktu 31,68 hari dan selisih biaya Rp.66.150.512. Biaya mempercepat durasi proyek pada penambahan alat berat lebih murah dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan apabila proyek mengalami keterlambatan dan dikenakan denda.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>The purpose of this study is to calculate changes in the cost and time of project implementation with variations in the addition of working hours (overtime) and the addition of heavy equipment, and to compare with changes in costs after the addition of working hours (overtime) and the addition of heavy equipment. The data used in this research is secondary data obtained from the contractor. The analysis uses the time cost trade off method. The results of this study indicate that the total time and cost of the project under normal conditions is </em>180<em> days at a cost of Rp</em>.9,623,581,000<em>. After adding </em>1<em> hour of crashing overtime work of </em>164.36<em> days at a cost of Rp.</em>9,642,449,620<em>, additional </em>2<em> hours of crashing overtime work of </em>154.46<em> days at a cost of Rp.</em>9,732,056,859<em>, and additional 3 hours of crashing overtime work of </em>148.32<em> days at a cost Rp.</em>9,855,824,505<em>. Time and total cost of the project after adding equipment due to overtime time of </em>1<em> hour crashing </em>164.36<em> days at a cost of Rp.</em>9,591,488,049<em>, additional equipment due to overtime time of </em>2<em> hours crashing </em>154.46<em> days at a cost of Rp.</em>9,568,245,162<em>, and additional equipment due to overtime crashing </em>3<em> hours </em>148.32<em> days at a cost of Rp.</em>9,557,430,488<em>. Based on the results of the addition of overtime hours with the addition of tools from normal conditions, the most effective is the addition of equipment due to the duration of </em>3<em> hours of overtime with a time difference of </em>31.68<em> days and the difference in cost of Rp.</em>66,150,512<em>. The cost of accelerating the project duration in adding heavy equipment is cheaper than the costs that must be incurred if the project is delayed and is subject to fines.</em></p> Ichwan Setiawan, Impol Siboro, Muhammad Faisyal Copyright (c) 2021 http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/80 Mon, 21 Jun 2021 00:00:00 +0000 Pengaruh Putar Balik Aarah (U-Turn) Pada Simpang Tak Bersinyal Eks Puskib Balikpapan http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/79 <p>Kondisi simpang Eks Puskib Jalan Ahmad Yani Balikpapan yang cukup padat menyebabkan simpang tersebut sering terjadi kemacetan. Tidak jauh berbeda dengan U-Turn yang berada di Jalan Jend Ahmad Yani yang menyebabkan panjang antrian kendaraan. Hal ini dikarenakan adanya kendaraan yang ingin melakukan putar balik (U-Turn) yang hendak pergi ke arah Rapak maupun ke arah Gunung Sari. Metode penelitian yang digunakan berupa survey selama 3 hari. Data yang digunakan adalah data geometri, data kondisi lingkungan, arus lalu lintas, panjang antrian, dan data sekunder berupa data jumlah penduduk kota Balikpapan dan kendaraan kota Balikpapan. Analisis data menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 untuk Simpang Tak Bersinyal. Berdasarkan hasil analisis didapatkan jam puncak tertinggi terjadi pada hari Selasa jam 16.15 – 18.00 wita dengan Derajat Kejenuuhan (DS) sebesar 0,72, yang artinya masuk tingkat pelayanan level C. Untuk arah putar balik arah (<em>U-Turn</em>) di dari arah Gunung Sari dengan kecepatan rata-rata jenis kendaraan MC sebesar 16,21 km/jam dan jenis kendaraan LV sebesar 7,43 km/jam. Sementara dari arah Rapak dengan kecepatan rata-rata jenis kendaraan MC sebesar 5,33 km/jam dan jenis kendaraan LV sebesar 11,15 km/jam dengan Derajat Kejenuhan (DS) sebesar 0,04, yang artinya berada pada tingkat pelayanan A.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>The congestion of the Ex Puskib Jalan Ahmad Yani Balikpapan intersection, which causes traffic jams to occur. Not much different from the U-Turn which is on Jalan Jend Ahmad Yani which causes long queues of vehicles. This is because there are vehicles that want to make a U-turn that is going to Rapak or Gunung Sari. The research method used was a survey for </em>3<em> days. The data used are geometric data, environmental condition data, traffic flow, queue length, and secondary data in the form of data on the population of Balikpapan and Balikpapan city vehicles. Data analysis used the Indonesian Road Capacity Manual </em>1997 <em>for Unmarked Intersections. Based on the results of the analysis, it was found that the highest peak hour occurred on Tuesday at </em>16.15 - 18.00<em> wita with a Degree of Saturation </em>(<em>DS</em>)<em> of </em>0.72<em>, which means that it entered the level C service level. with an average speed of the MC vehicle type of </em>16.21<em> km / hour and the LV type of vehicle of </em>7.43<em> km / hour. Meanwhile, from the direction of Rapak, the average speed of the type of MC vehicle is </em>5.33<em> km / hour and the type of LV vehicle is </em>11.15<em> km/ hour with a degree of saturation </em>(<em>DS</em>)<em> of 0.04, which means that it is at service level A.</em></p> Gunaedy Utomo, Hamriani Ryka, Olivia Octafiani Copyright (c) 2021 http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/79 Mon, 21 Jun 2021 00:00:00 +0000 Kajian Percepatan Proyek dengan Metode Time Cost Trade Off pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi V http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/81 <p>Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya. Proyek pembangunan Ruas Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi V dimulai dari KM 13-Manggar dengan panjang 10,9 km ini dipilih sebagai objek penelitian. Metode yang dapat digunakan untuk mempercepat durasi proyek adalah metode <em>time cost trade off</em>. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan antara biaya dan waktu sebelum dan sesudah penerapan <em>time cost trade off</em> dan mengetahui besar biaya dan waktu optimum menggunakan metode <em>time cost trade off</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan percepatan menggunakan alternatif penambahan jam kerja lembur, diperoleh biaya optimum sebesar Rp853.423.789.864,55 dan waktu optimum 414 hari dengan efisiensi biaya proyek 0,47% dan efisiensi waktu proyek 55,48%, Sedangkan percepatan menggunakan alternatif penambahan jumlah alat berat, diperoleh biaya optimum sebesar Rp858.865.629.963,50 dan waktu optimum 496 hari dengan efisiensi biaya proyek 0,17% dan efisiensi waktu proyek 46,67%.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>A project is a temporary activity that has been set early work and completion time. Toll road construction project Balikpapan-Samarinda Section V starts from KM </em>13<em>-manggar with a length of </em>10.9<em> km was selected as the research object. The method can be used to speed up the duration of the project is the method of time cost trade off. The purpose of this study was to determine the ratio between the cost and the time before and after the implementation time cost trade off and find out the cost and time of optimum uses time cost trade off. The results showed that after the addition of acceleration using the alternate hours of overtime work, obtained the optimum cost </em>Rp853.423.789.864,55<em> and optimum time of </em>414<em> days with </em>0.47%<em> project cost efficiency and time efficiency of </em>55.48%<em> project,</em> <em>While the acceleration using the alternate addition of heavy equipment, obtained the optimum cost </em>Rp858.865.629.963,50<em> and optimum time of </em>496 <em>days with </em>0.17%<em> project cost efficiency and time efficiency of </em>46.67%<em> project.</em></p> Rida Respati, Agus Sugianto, Wisnu Bagus Santoso Copyright (c) 2021 http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/81 Mon, 21 Jun 2021 00:00:00 +0000 Earned Value Analysis pada Proyek Pembangunan Gedung Arsip Kantor BPN http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/84 <p>Dalam pengendalian biaya dan waktu pada suatu proyek sangat diperlukan agar suatu proyek mampu memperkirakan suatu biaya agar sesuai seperti yang direncanakan dan dapat menyelesaikan proyek dengan tepat waktu. Metode pengendalian waktu yang digunakan pada penelitian ini adalah metode <em>Earned Value Analysis. </em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pada proyek Pembangunan Gedung Arsip Kantor Badan Pertanahan Kota Balikpapan. Manfaat penelitian ini dapat menambah pengetahuan mengenai evaluasi kinerja dan pengendalian biaya dan waktu terhadap keuntungan bagi pemegang proyek. Data yang diperoleh dari proyek antara lain berupa data jumlah tenaga kerja, upah tenaga kerja, target penyelesaian proyek, <em>Schedule </em>pelaksanaan proyek, Rencana Anggaran Biaya (RAB), Laporan <em>Progress </em>dan Dokumentasi, kemudian dilakukan analisa biaya, jadwal, varians, dan indeks performansi dengan memaparkan masalah-masalah yang muncul dalam penelitian. Dari hasil analisa diketahui bahwa biaya yang dikeluarkan lebih besar dari nilai yang dianggarkan di tunjukkan dengan nilai CPI = 0,996 dan juga waktu pelaksanaan lebih lambat dari jadwal rencana ditunjukkan dengan nilai SPI = 0,9182. Hasil perhitungan perkiraan total biaya keseluruhan akhir proyek sebesar Rp. 1.793.218.596, dengan perkiraan waktu penyelesaian 18 minggu. Menunjukkan proyek mengalami kerugian dan keterlambatan dari yang direncanakan.</p> <p> </p> <p><em>Controlling costs and time on a project is very important so that a project is able to estimate </em><em>the costs to be as planned and can finish the project on time. The time control method used </em><em>in this research was the Earned Value Analysis method. This research aimed to analyze the </em><em>performance on the Development Project of the Archive Building of the Land Agency Office </em><em>of Balikpapan City. The advantage of this research was the increased knowledge about </em><em>performance evaluation and cost and time control towards advantages for the project </em><em>holders. The data gained from the project were data about the number of labor, labor costs, </em><em>project completion target, Project implementation schedule, Budget Plan, Progress Report </em><em>and Documentation, then an analysis of costs, schedule, variances, and performance indices </em><em>was done by describing the problems arose in the research. From the analysis it was known </em><em>that the costs spent were greater than the budget plan, which was indicated by the value of </em><em>CPI = </em>0.996 <em>and also the implementation time was slower than the planned schedule, which </em><em>was proven by the value of SPI = </em>0.9182<em>. The results of the calculation of the estimated total</em> <em>cost of the final project was Rp. </em>1,793,218,596<em>, with an estimated completion time of </em>18 <em>weeks. This showed that the project experienced loss and delay than planned.</em></p> Hikmah Maya Sari, Irna Hendriyani, Alifah Ersa Widyaningrum Copyright (c) 2021 http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/84 Mon, 21 Jun 2021 00:00:00 +0000 Kajian Kebutuhan Air Bersih dengan Cara Optimalisasi Air di Waduk Manggar Balikpapan http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/85 <p>Penelitian ini melakukan penelitian pada air waduk Manggar di Kota Balikpapan. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif. Data primer yang digunakan hasil dari kunjungan langsung ke lokasi penelitian dengan melakukan observasi dan wawancara kepada PDAM Kota Balikpapan. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari PDAM Balikpapan, dan dari berbagai sumber buku. Metode pengoptimalisasian air waduk Manggar menggunakan perhitungan output air yang terjadi. Metode ini untuk mengetahui berapa lama waduk Manggar dapat bertahan tanpa hujan. Dilakukan perhitungan kebutuhan air baku PDAM, pengukuran curah hujan, penguapan air, dan kapasitas waduk Manggar. Perhitungan kapasitas waduk menggunakan simulasi debit waduk Manggar saat Instalasi Pengolahan Air Kilometer 12 dimaksimalkan dan jika air waduk manggar diambil lagi dengan debit 300, 500, dan 600 liter/detik. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kapasitas 300 liter/detik dapat bertahan 110 hari, dengan kapasitas 500 liter/detik dapat bertahan 97 hari, dan dengan kapasitas 600 liter/detik dapat bertahan 91 hari dengan asumsi tanpa terjadi hujan paling lama 90 hari.</p> <p> </p> <p><em>This study was conducted on Manggar reservoir in Balikpapan city. The study used by </em><em>quantitative method. The primary data of this study was obtained from visited Manggar </em><em>reservoir by conducting observations and interviews with employees of PDAM Balikpapan. </em><em>The secondary data was taken from PDAM Balikpapan’s data, and from various book </em><em>sources. The method of optimizing the Manggar reservoir by calculated the output of the </em><em>water that occurs. This method was used to find out how long the Manggar reservoir can </em><em>last without rain. The needs of PDAM’s water has been calculated, measurements of </em><em>rainfall, evaporation of water, and the capacity of the Manggar reservoir. Calculation of </em><em>reservoir capacity used Manggar reservoir discharge simulation at Kilometer 12 Water </em><em>Treatment plant is maximized and if water from the Manggar reservoir is taken again with </em><em>300, 500, and 600 liter / second. Based on the results of the analysis that has been carried </em><em>out using the reservoir water optimization method, it can be concluded that with a capacity </em><em>of 300 liters / sec can last 110 days, with a capacity of 500 liters / sec can last 97 days, and </em><em>with a capacity of 600 liters / second can last 91 days.</em></p> Irna Hendriyani, Suheriah Mulia Devi, M. Rahmad Hidayat Copyright (c) 2021 http://transukma.uniba-bpn.ac.id/index.php/transukma/article/view/85 Mon, 21 Jun 2021 00:00:00 +0000